in

Selamatkan Pesantren Yatim Pelosok Sulbar!

“Setiap hujan dan angin besar melanda, asrama kayu mereka bergoyang hebat. Mereka berzikir dan mengeraskan bacaan al-Qur’an, berharap Rabb yang Maha Mendengar akan melindungi mereka jika sewaktu-waktu bangunan itu ambruk.”

Halo teman-teman semua, perkenalkan namanya Musfirah. Izinkan dia berbagi sedikit tentang kisahnya dan pesantren kayu tempatnya tinggal yang sudah hampir roboh ini.

Pesantren Al-A’raf namanya. Tempat satu-satu dja berpulang ini terletak di  Kec. Ujung Loe, Kab. Bulukumba.

Foto: kitabisa.com

Saat dia kelas 1 SMP, kedua orang tuanya meninggal dunia. Pertama, ayahnya yang sudah lama berjuang melawan asma kronis akhirnya tak kuasa lagi menghembuskan nafas. 

Tak lama setelah itu, ibunya yang masih berduka pun diserang Muntaber hebat dan meninggal dunia dalam keadaan kurus kering.

Dia sangat terpukul. Dia ingin putus sekolah dan menyendiri. Setiap hari rasanya semakin gelap untuknya…

Tetapi ustadz di pesantrennya ini tidak berputus asa padanya. Ia terus mendorongnya untuk menghafalkan Al-Qur’an.

Dia sangat ingat kata-kata ustadznya saat dia ingin berhenti menghafal Qur’an. 

“Mus.. hafalan Qur’anmu itu yang akan membangunkan rumah untuk Ibu dan Ayah di surga kelak. Doa-doamu yang kamu panjatkan tiap malam hanya akan sampai pada mereka jika kamu menjadi anak sholeh”

Kata-kata ustadz seperti tamparan baginya. Sejak saat itu, dia bangkit dan bertekad menghafalkan 30 Juz Al-Qur’an.

Namun, pesantren tempatnya dan teman-teman tinggal itu jauh dari kata layak. Ya, teman-temannya juga kebanyakan adalah anak yatim dan piatu penghafal Al-Qur’an

Foto : kitabisa.com

Merena ber-20 tinggal di sepetak ruangan berukuran 7 x 9 meter. 

Lantai kayunya berlubang di mana-mana. Seorang temannya pernah hampir jatuh saat kakinya nyangkut dan terjerembab ke salah satu lubang. Untung dia langsung menggapai tiang, mereka sigap menariknya ke atas lantai.

Sekarang lubang itu semakin menganga. Mereka tak berani menutupnya dengan lemari karena takut tambah parah

Setiap hujan dan angin besar melanda, asrama kayu mereka bergoyang hebat. Mereka berzikir dan mengeraskan bacaan al-Qur’an, berharap Rabb yang Maha Mendengar akan melindungi mereka jika sewaktu-waktu bangunan itu ambruk.

Foto : kitabisa.com

Mereka sangat berharap pesantren mereka itu bisa diperbaiki dengan pondasi, lantai, dan dinding lebih kokoh.

Teman-teman, jika ingin membantunya dan teman-temannya bisa donasi melalui link kita bisa berikut ini : Kitabisa.com

Halaman: 1 2

Ningsih Tinampi Buka Pengobatan Massal Virus Corona

Agrikami Apk, Pinjaman Online Tanpa Ribet, Syarat Mudah Dan Cepat Cair